— Posted in Berita Terkini

Metode KRACK Pembobol Jaringan Jasa Seo

KRACK (Key Reinstallation Attacks) adalah celah keamanan baru yang bekerja dengan cara menyerang standar keamanan WPA2 di perangkat access point berkoneksi Jasa Seo Celah keamanan ini ditemukan oleh Mathy Vanhoef dan bekerja lewat metode four-way handshake untuk mencuri data pengguna atau mengirim paket data jahat sebagai Ransomware atau Malware.

 

Metode KRACK Pembobol Jaringan Jasa Seo

Celah keamanan pada protokol WPA2 membahayakan semua perangkat yang terkoneksi Jasa Seo di seluruh dunia. Peretas bisa membobol jaringan WiFi dengan metode key reinstallation attacks (KRACK) yang cukup sederhana. Metode KRACK memungkinkan peretas masuk ke jaringan WiFI tanpa mengetahui password. Peretas mencegat lalu-lintas data pada jaringan dan menghimpun semua informasi yang diperlukan untuk membobol jaringan.

Jasa Seo

Serangan ini bisa saja masuk ke beragam koneksi Wi-Fi yang biasa kamu gunakan. Baik internet nirkabel yang ada di rumah kantor atau mungkin di tempat umum yang biasa kamu gunakan seperti kafe taman atau lainnya. Bahkan lebih jauh lagi KRACK dapat membuat website yang biasa kamu akses dan sudah menggunakan protokol HTTPS berganti menjadi HTTP alias kurang aman dan bisa memperoleh akun pengguna yang melakukan proses login atau mendaftarkan akun baru.

Semua jenis sistem operasi dan perangkat mobile device dapat menjadi korban dari KRACK. Mulai dari Windows macOS iOS, Linux atau perangkat Android. Semua pihak yang berkepentingan kabarnya saat ini sedang menyusun patch atau cara untuk menutup celah serangan tersebut. Baik dari sisi penyedia sistem operasi seperti Microsoft Apple atau beberapa merek access point nirkabel.

Di tengah kepanikan netizen menyusul ditemukannya celah keamanan pada protokol WPA2 Microsoft berupaya tenang. Raksasa software tersebut sesumbar pengguna sistem operasi Windows tak perlu khawatir. Pasalnya, Microsoft sudah merilis tambalan keamanan alias patch yang diklaim ampuh dari eksploitasi protokol WPA2. Patch tersebut sudah ada sejak 10 Oktober lalu, sebagai bagian dari pembaruan sistem operasi Windows.

“Pengguna yang telah memperbarui Windows dan mengaktifkan update keamanan secara otomatis terlindungi,” begitu keterangan resmi Microsoft. Pengguna iOS 11 dan macOS High Sierra pun dikatakan aman. Menurut para peneliti sistem keamanan pada iOS 11 dan macOS High Sierra cukup kuat dan menyulitkan para pembobol untuk beraksi melalui celah pada protokol WPA2.


Go on, Add your Voice!

Your email address will not be published. Required fields are marked *